FAMILY GATHERING DI MILAD BSM ke 12 (Palu-Sulteng)

Family Gathering Milad BSM ke-XIII (Better Way For Better Indonesia)

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Lama menghilang dan tak ada postingan baru, apalagi bw. harap dimaklumi, karena kesibukan kerja yang semakin padat. Alhamdulillah pada kesempatan kali ini baru sempat posting lagi di blog. postingan kali ini saya ingin berbagi cerita mengenai acara Family Gathering BSM Cab. Palu dalam rangka Milad BSM yang Ke-XIII. Alhamdulillah acaranya brjalan lancar di Taipa Beach Sabtu 21 Januari 2011. Acaranya keren2 loh, ada cerdas cermat, tarik tambang sampai permainan anak2. pokoknya seru dech. untuk lebih jelasnya kita liat yuk foto-foto berikut ini.

Kacab bersama anaknya. Masih muda ya...


Nah yang ini suasana tarik tambng BSM KCP Tondo, Ayooo Semangat


Masih suasana tarik tambang, salah seorang peserta begitu semangat. Tarik mang...


takut talinya lepas,pasang di pinggag pun jadi,awas pak ntar kelilit..😀


nah ini lomba mewarnai untuk anak-anak nya.. serius banget..


ada juga lomba memasukkan paku dalam botol, para supporter ikut gregetan lihat anak2nya, sampe2 ada yang terduduk saking serunya, pengen ikutan main kali ya...😀


kalau ini lomba yel-yel setiap cabang..


ini dia juara satu futsal Bsm Palu, pertahankan ya..


suasana kebersamaan ibu-ibu bersama anak-anak nya..asyik ya..🙂


poto bareng seluruh pegawai BSM KCP Parigi, manis-manis nya..🙂


horeeeee, finish..alias acara selesaaaaaai..

Poetry Hujan: Hujan di hati

samar-samar kuingat hari itu
hari dimana kau meninggalkanku
ramai orang berkunjung dan membelaiku
ku tak tau maksud semua itu

hujan rintik di hari itu
dikirim Tuhan khusus buatmu
entah mengapa sungguh terlalu
menambah tusuk dalam kalbuku

masih kuingat nyanyian syahdumu
mengantarkan mimpi indah dalam lelapku
tak banyak yang kuingat saat-saat bersamamu
karna balita masih terpajang di umurku
namun dari cerita yang kutau
kau sungguh mengasihiku

kini, 24 tahun telah berlalu
persandingan menghampiriku
kuingin kenalkan dirinya padamu
meski hanya lewat hamparan pusaramu

ibu, tak ingin aku menambah pilu
dalam kesunyian yang kini membungkammu
cukuplah hujan yang deras dihatiku
mewakili basah pipiku


Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis

PUISI HABIBIE

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku ….

MAHER ZAIN-Munsyid Asal Swedia

Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah…

Itulah sepenggal lirik dari lagu Thank You Allah yang dibawakan oleh Maher Zain, munsyid asal Swedia. Download semua lagunya DISINI
Zain adalah Pria kelahiran Libanon,16 Maret 1981 .Maher Zain pindah ke Swedia pada usia delapan tahun.Maher menjadi penyanyi R&B , penulis lagu dan juga produser musik.Maher juga tinggal di Amerika Serikat,album debutnya Thank You Allah mendapatkan penghargaan Platinum.Maher juga bernyanyi dengan bahasa Inggris,Urdu,Turki,Melayu dan juga Perancis.

Berawal dari mengagumi musik,dalam usia 10 tahun maher telah menguasai keyboard.Maher juga termotivasi oleh ayahnya yang juga seorang musisi handal di kota Tripoli, Libanon.Menurut Maher,“Saya sangat mencintai dunia musik, namun saya tidak menyukai hal-hal yang ada di sekilingnya.”

Pada Ahirnya Maher Zain menemukan keraguan bermusik,Maher bertemu dan bergabung dalam komunitas Muslim yang ada di Stockholm.Sejak saat itu Maher Zain,aktif dalam kegiatan masjid dan merasa lebih berarti dari pada sebuah rumah baginya.

Maher Zain bersyukur dapat membantu orang lain melalui musik.“Jika aku punya satu hal yang mana aku ingin sampaikan kepada orang di luar sana, bahwa sangatlah mudah untuk melihat jalan yang benar jika kita hanya membuka mata dan melihat dengan benar, itu yang terjadi padak,kata Maher Zain.

Maher juga pernah menjelaskan bahwa lagunya dedikasi kepada ibunya agar terus menjadi bahagia,bukan lagu yang membuat sedih ibunya.

Kebiasaan Unik Kaum Solomon

******* Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.

Inilah yang mereka lakukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.

Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga akan mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan. Baca entri selengkapnya »

Kearifan emas


Seorang pemuda mendatangi Zen-sei dan bertanya, “Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain.”

Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, “Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?” Melihat cincin Zen-sei yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, “Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu.”

“Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil.” Baca entri selengkapnya »

Bener Ga’ Sih…???

Setiap tahun terdapat jutaan mahasiswa yang bersorak gembira ketika mereka dinyatakan lulus dari universitas. Mereka senang karena jerih payah orang tua tidak sia-sia setelah mereka di wisuda mengenakan toga. Sayang sekali, mereka tidak sadar kalau mereka baru saja keluar dari “kandang anak kucing” dan masuk ke hutan belantara yang dipenuhi oleh singa, ular berbisa, mawar beracun, dan banyak lagi yang aneh-aneh.

(baru lulus nih, ga sia2 belajar keras)

menurut survey di tokyo, orang-orang yang baru lulus kuliah cenderung mengalami tingkat stress yang lebih tinggi jika dibandingkan ketika mereka sedang menghadapi ujian terakhir di kampus.

Kenapa mereka lebih stress? Karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan! Baca entri selengkapnya »

Bapak Kenapa Sih???

Pemuda: Pak, boleh nanya nih?
Gembala: Boleh
Pemuda: Kambing-kambing Bapak sehat sekali. Bapak kasih makan apa?
Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?
Pemuda: Mmm…yang hitam dulu deh…
Gembala: Oh, kalau yang hitam, ia makannya rumput gajah
Pemuda: Oh kalau yang putih?
Gembala: Yang putih juga…

Pemuda: Hmmmm….kambing-kambing ini kuat jalan berapa kilo Pak?
Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?
Pemuda: Mmmm yang hitam dulu deh…
Gembala: Oh, kalau yang hitam, 4km sehari
Pemuda: Kalau yang putih?
Gembala: Yang putih juga…

Medengar jawaban itu, si pemuda mulai gondok.
Pemuda: Kambing ini menghasilkan banyak bulu nggak Pak per tahunnya?
Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?
Pemuda: (dengan kesalnya) yang hitam dulu deh..
Gembala: Oh yang hitam banyak…10 kg/tahun.
Pemuda: Kalau yang putih?
Gembala: Yang putih juga

Pemuda: BAPAK KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KEDUA KAMBING INI, KALO JAWABANNYA SAMA?!

Gembala: Oh begini Dik. Soalnya yang hitam itu punya saya…

Pemuda: Oh, begitu Pak. Maaf, kalo saya emosi…kalo yang putih?

Gembala: Yang putih juga

Dialog Bill Gates dan Tuhan

Bill Gates meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Dia mendapati dirinya
sedang berada di “sana” didampingi oleh tuhannya. “OK, Bill, aku
sungguh-sungguh bingung terhadap kasus kamu ini. Aku jadi tidak
yakin,akan mengirim kamu ke neraka atau ke surga. Selama ini, kamu sangat membantu
masyarakat dengan memperkenalkan PC di hampir semua rumah, di seluruh
dunia,tetapi kemudian kamu menciptakan juga Windows. Aku akan
melakukan sesuatu yang selama ini belum pernah aku lakukan kepada siapa
pun. Kupersilakan engkau memilih, hendak ke surga, atau ke neraka. Terserah kamu !”.

Kemudian Bill menjawab, “Baik Tuhan, terima kasih. Tetapi, apakah beda
antara surga dan neraka ?”. Tuhan berkata lagi, “Kalau begitu, aku ajak
kamu untuk melihat-lihat sebentar, kamu bisa menentukan sendiri pilihan
terbaik untuk dirimu.”. “Baiklah, tetapi akan kemana dulu kita ?”. Lantas, Tuhan

menjawab, “Terserah kamu Bill…”.

Akhirnya Bill berkata, “OK, kalau begitu kita coba lihat neraka dulu.”
Akhirnya Bill diantar melihat-lihat neraka. Sebuah tempat yang sungguh
menarik, udaranya bersih, dengan pantai yang airnya sungguh-sungguh
menarik, dan ternyata disana terdapat banyak sekali wanita-wanita cantik yang
bermain-main, tertawa, dan bersenda-gurau. Matahari pun tak kalah
indahnya, bersinar dan membuat suhu menjadi sangat pas. Bill berkata, “Wow, bagus
sekali !”. “Tuhan, kalau betul ini neraka, saya sungguh-sungguh ingin
melihat surga.”, katanya lagi kepada tuhan. “Baiklah”, jawab Tuhan, dan
kemudian mereka berangkat ke surga. Ternyata, surga adalah tempat yang
teduh, dengan beberapa malaikat sedang bermain harpa dan
bernyanyi-nyanyi riang. Memang menarik, tetapi tidak sebegitu menarik dibanding
pemandangan di neraka. Bill kemudian berfikir, dan mengeluarkan keputusan,

“Hmm, sepertinya saya lebih memilih neraka !”, katanya kepada tuhan. “OK”, jawab Tuhan,
“sesuai dengan kehendakmu.” Akhirnya Bill Gates pergi ke neraka…

Dua minggu kemudian, tuhan memutuskan untuk melakukan pemeriksaan
terhadap kondisi Bill Gates, apa saja yang sudah terjadi dan dilakukan di neraka.

Pada saat itu, tuhan menemukan bahwa Bill sedang ditindih dengan tembok,

berteriak-teriak kesakitan, dengan minuman air mendidih di mulutnya. Dia

terbakar dan sedang disiksa habis-habisan. “Bagaimana keadaan kamu Bill
?”,tanya tuhan kepadanya. Bill menjawab, dengan suara yang sudah sangat
payah,”Ini sungguh mengherankan, sama sekali lain dengan yang saya bayangkan.
Saya tak percaya dengan semua ini. Lantas, apa yang terjadi dengan tempat
indah menarik yang ada pantai dan wanita-wanita cantiknya itu ?” Tuhan
menjawab,
“Itu adalah screen saver”……………………

Hmmmmmmmm

Siapa bilang pria tak bisa banyak menangis ?

Tahukah engkau, kaum pria sesungguhnya jauh lebih sering “menangis”
Namun mereka menyembunyikan tangisnya di dalam kekuatan akalnya,

Itulah mengapa Tuhan menyebutkan pada pria terdapat dua kali lipat akal seorang wanita,
Dan itulah sebabnya mengapa tiada yang kau lihat melainkan ketegarannya.

Pria menangis karena tanggung jawabnya di hadapan Tuhannya,
Ia menjadi tonggak penyangga rumah tangga,
Menjadi pengawal Tuhan bagi Ibu, saudara perempuan, istri dan anak-anaknya.

Maka tangisnya tak pernah nampak di bening matanya,
Tangis pria adalah pada keringat yang bercucuran demi menafkahi keluarganya.

Tak bisa kau lihat tangisnya pada keluh kesah di lisannya,
Pria “menangis” dalam letih dan lelahnya menjaga keluarganya dari kelaparan.

Tak dapat kau dengar tangisnya pada omelan-omelan di bibirnya,
Pria “menangis” dalam tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan dan dinginnnya angin malam.

Tak nampak tangisnya pada peristiwa-peristiwa kecil dan sepele,
Pria “menangis” dalam kemarahannya jika kehormatan diri dan keluarganya digugat.

Pria “menangis” dengan sigap bangunnya di kegelapan dini hari,
Pria “menangis” dengan bercucuran peluhnya dalam menjemput rizki,
Pria “menangis” dengan menjaga dan melindungi orang tua, anak dan istri,
Pria “menangis” dengan tenaga dan darahnya menjadi garda bagi agamanya,

Namun…

Pria pun sungguh-sungguh menangis dengan air matanya,
di kesendiriannya  menyadari tanggung jawabnya yang besar di hadapan Tuhannya,

Pandanglah Ayah …..
Pandanglah Suami …..
Pandanglah kakak …..

Sesungguhnya syurga Allah di dalam keridha’an mereka…

« Older entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.