Kebiasaan Unik Kaum Solomon

******* Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.

Inilah yang mereka lakukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.

Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga akan mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.

Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini ? O, sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah
baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda ?
Ayo cepat !
Dasar leletan?
Bego banget sih.
Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan?
Ayo, jangan main-main disini.
Berisik !
Bising !?

Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena
Anda merasa sakit hati?
Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu tahu nggak!
Iii!Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa !
Aduh. Perempuan kampungan banget sih !?

Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya?
E, tolol. Soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi
pinter?

Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal, ?
E tahu ngak ? Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak bakal nyesel.
Ada banyak yang bisa gantiin kamu?
Sial ! Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu?

Ingatlah ! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.
Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan ? Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka
begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak !

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam,benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita erteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas. Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh orang lain ataupun roh hubungan Anda, selalulah berteriak. Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.

Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai t tujuan kita.

Iklan

15 Komentar

  1. layungwengi said,

    April 28, 2011 pada 12:26 am

    hahaha… bener juga ya. orang kepulauan solomon ternyata pintar membunuh pohon, hehe…

    • Adi Arraihan said,

      April 28, 2011 pada 12:26 pm

      Iya, tapi emang kliatannya ini beneran terjadi. karena seperti pesan dlm cerita diatas bahwa apapun itu, klw dia makluk hiudp trus diteriakin bisa membuat down. apalgi kita sebagai manusia yg punya perasaan.

  2. zhanaz45 said,

    April 28, 2011 pada 11:56 am

    Kebiasaan yang aneh yach, berteriak di atas pohon selama berjam jam..

  3. iam said,

    April 28, 2011 pada 12:56 pm

    Wah mas pinter ya untuk mencari hikmah dari kaum salomon ini 🙂
    Tapi lucunya juga ya kebiasaan kaum salomon 🙂

  4. wits said,

    April 30, 2011 pada 4:49 am

    wah..pesan yg sangat bermanfaat mas..benar juga tuh

    tp, emg agak susah mengontrol emosi, apalagi dalam suasana yang tak kondusif , berzikir mungkin bisa jadi salah satu alternatif untuk mengontrolnya

  5. ahmad said,

    Mei 2, 2011 pada 10:29 am

    kalau pohon dibacain al Quran, jadi lebih hidup g ya?? sebagaimana manusia klw dibcakan ayat2 jdi terenyuh + smngat…

  6. mas-Giy said,

    Mei 17, 2011 pada 3:05 pm

    nice post!!!

  7. Abi said,

    Mei 22, 2011 pada 11:35 am

    Kebiasaan yang unik. dak pernah dengar tuh, kebiasaan seperti itu

  8. Yanti said,

    Mei 27, 2011 pada 3:08 am

    Pesan artikel di atas bagus. Nahan marah nahan kessal itu susah. Tapi kalo kita berhasil menahan marah, leganya luar biasa krn ga jadi nyakitin perasaan org lain.AKu share di fb ya. trim

  9. generasi robbani said,

    Juni 27, 2011 pada 1:02 pm

    uhm…luar biasa makhluk hidup tak bernyawapun punya intuisi,seperti cerita air putih yang jika dibacakan ayat2 al qur’an dan kata2 yg baik ia akn membentuk pola2 kristal yg cantik..subhanallah..Maha Besar Allah

  10. r10 said,

    Juli 6, 2011 pada 6:29 am

    membunuh roh sih ga, tapi kalau melukai hati , nah itu benar 😀

  11. Juli 15, 2011 pada 4:24 pm

    […] dan Persiapan Menghadapinya (Bagian Ke-1), Kematian dan Persiapan Menghadapinya (Bagian Ke-2) 7. Kebiasaan Unik Kaum Solomon – Adi Arraihan 8. Membayar Harga Di Depan – Prie GS 9. Kenangan Yang Tak Ingin Saya […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: