Poetry Hujan: Hujan di hati

samar-samar kuingat hari itu
hari dimana kau meninggalkanku
ramai orang berkunjung dan membelaiku
ku tak tau maksud semua itu

hujan rintik di hari itu
dikirim Tuhan khusus buatmu
entah mengapa sungguh terlalu
menambah tusuk dalam kalbuku

masih kuingat nyanyian syahdumu
mengantarkan mimpi indah dalam lelapku
tak banyak yang kuingat saat-saat bersamamu
karna balita masih terpajang di umurku
namun dari cerita yang kutau
kau sungguh mengasihiku

kini, 24 tahun telah berlalu
persandingan menghampiriku
kuingin kenalkan dirinya padamu
meski hanya lewat hamparan pusaramu

ibu, tak ingin aku menambah pilu
dalam kesunyian yang kini membungkammu
cukuplah hujan yang deras dihatiku
mewakili basah pipiku


Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis

Iklan